Orangtua hendaknya lebih banyak memberikan apresiasi kepada kakak-adik ketika keduanya sedang melakukan aktivitas bersama, “Mama bangga Kakak dan Adik bisa bermain bersama. Ternyata seru ya kalau main sama-sama.” Dengan begitu, anak menyadari, bermain bersama kakak-adik itu membuat orangtua senang dan memerhatikan dirinya.

Alhasil, anak akan berusaha untuk terus mendapat perhatian dari orangtua dengan cara seperti yang telah dilakukan. Sebaliknya, ketika orangtua hanya tertarik atau memerhatikan ketika kakak-adik bertengkar, maka yang tertanam dalam pikiran si anak adalah bertengkar itu mampu membuat orangtua memerhatikan dirinya.

Alhasil, perilaku itulah yang ditanamkan dalam dirinya. Sebaiknya orangtua juga memperkenalkan beragam aktivitas positif yang dapat dilakukan bersama kakak-adik dan mengembangkan hal-hal sederhana dalam sosialisasi, seperti: kemampuan bergiliran, menunggu, serta sikap sportif ketika kalah dan toleransi ketika menang.

Misal: bermain ular tangga, congkak, kartu, petak umpet, lempar bola, dan lain-lain, sehingga anak memiliki banyak pilihan. Semakin bervariasi aktivitas yang dilakukan, semakin kecil kemungkinan untuk bertengkar.”

Seputar Eksplorasi

• Keukeu Inayah, ibunda Fiolitha Annisa Fitri (1) “Dia suka manjat-manjat, naik meja, pagar, uuhhh… bikin jantungan, takut jatuh.”

• Isma Rismawati ibunda Ghazi Ahsan Alfath (18 bulan) “Kalau sudah mandi terus ikut mamanya jemur pakaian. Pakaian diangkuti, jatuh dan kotor lagi, kepalanya sengaja dikenai tetesan-tetesan air pakaian yang dijemur, bajunya jadi basah, ganti baju lagi padahal baru dimandiin.”

• Afrinda Primayanti ibunda Naima Kurnia Messi (22 bulan) “Kalau Naima mulai ambil air sendiri dari dispenser, suka berulang-ulang, enggak mau dibilangi dan dilarang. Saya takut dia terkena air panas dan terpeleset karena licin.”

• Vany N. Pasaribu, ibunda Mikhael (2,4) “Anakku jika dibawa ke mal, belanja di swalayan, acara keluarga, ke mana sajalah tempat yang ramai, pasti lari ke sana kemari, sedikit pun tak mau diam.”

Di masa kecil merupakan usia emas anak untuk tumbuh dan berkembang. Karena itulah berikan ia pelatihan bahasa asing meskipun dengan porsi yang sedikit. Tempat kursus bahasa Jerman di Tangerang adalah pilihan tepat agar anak mahir dalam berbahasa Jerman.