• Yuyun Setiana, ibunda Sasmaka Rastiandy (2,4) “Anak suka banget main bola. Rumah enggak pernah rapi, TV hancur kena tendangan bola dia.”

• Nana Azzahra, ibunda Anindya Kencana Zahra (24 bulan) “Semuanya mau dipanjat dan maunya manjat terus sampai ke yang paling tidak bisa dipanjat.”

• Novi ininda Kafi (2,5) “Rumah udah dibersihin diberesin, eh trus dia bikin ulah ngotorin, berantakin segala macem yang ada.” Saran Pakar: “Orangtua tidak perlu khawatir ketika batita suka memanjat, berlarian atau menendang bola. Hal ini wajar karena merupakan bagian dari tahapan tumbuh kembang anak batita dan memang akan dialami oleh semua anak pada rentang usia tersebut. Orangtua sebaiknya memfasilitasi dan memberi kesempatan agar anak dapat lebih mengembangkan keterampilannya.

Carikan arena memanjat/berlarian yang aman, bukan memanjat perabot yang ada di dalam rumah. Selanjutnya, mengomunikasikan kepada batita tentang aturan yang sebaiknya diterapkan ketika mengembangkan keterampilan tersebut. Contoh, bermain bola hanya boleh dilakukan di halaman rumah dan bukan di ruang tamu.

Terapkan aturan ini secara konsisten, sekaligus untuk menerapkan kedisplinan pada batita. Niscaya, Mama tidak kewalahan karena rumah menjadi berantakan akibat ulah si batita. Ciptakan juga lingkungan yang aman di rumah selama masih punya anak kecil. Hindari terlalu banyak memajang barang pecah belah. Tempatkan meja tamu yang bersudut tajam, peralatan yang membahayakan (pisau atau gunting), dispenser, dan barang yang memungkinkan terjadinya bahaya di tempat yang sulit dijangkau. Lubang listrik juga perlu ditutup untuk menghindari risiko anak tersetrum.”

Rewel dan Mengamuk

• Larasati Dwi Prasetyani, ibunda Ayla Rizqita Siarif (2 bulan 15 hari) “Perilaku putriku kalau lagi rewel tidak wajar, seperti: nangis sampai teriak-teriak.”

• Eka Yunita, ibunda dari Radyka Raye Milanazka (16 bulan) “Anak menangis sambil banting-banting badan minta main keluar rumah padahal cuaca tidak memungkinkan, seperti sudah malam, hujan, dan panas. Sejak bisa jalan, dia memang lincah sekali. Semua barang dibantingin, dipanjatin. Kalau minta satu barang tapi tidak dikasih pasti langsung jerit-jerit dan marah-marah.”

Untuk Anda yang ingin bekerja sosial di Jerman dapat mengikuti program kerja FSJ di Jerman sehingga mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan.