Perjalanan ke kota Demak, pasti Anda akan terkesan dengan sejarah penyebaran Islam disajikan di Masjid Agung Demak. Sebuah bangunan yang digunakan sebagai bukti Islam di siarkan dan di ajarkan di tanah Jawa. Masjid agung Demak ini tidak seperti masjid pada umumnya dimana daerah sekitar masjid adalah ibukota Kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak, atau kerajaan Demak, yang pernah berdiri. Masjid Demak juga diam dalam sejarah pengembaraan saksi Wali Songo dalam Islam tersebar di Jawa.

Nahh… wisata yang seperti inilah yang paling pas jika anda luangkan waktu bersama anak anda, sambil berwisata juga anak bisa menambah pengetahuan tentang sejarah terutama untuk sejarah penyebaran agama islam di daerah demak.

Di masjid komunitas ini dalam banyak Java belajar lebih banyak tentang Islam dan Al-Qur’an. Selain itu, masjid yang dibangun oleh Raden Fatah juga memiliki arsitektur yang unik, dunia tradisional, sederhana dan selalu menarik wisatawan perhartian.

Keunikannya dapat dilihat dari pintu Bledeg yang menjadi salah satu pintu masuk dari Masjid Agung Demak. Hebatnya, pintu seharusnya digunakan sebagai petir pelindung yang dibuat oleh Ki agen Selo di 1466. Pintu itu sendiri terbuat dari kayu jati dengan ukiran indah yang ujungnya diukir kepala naga.

Selain itu, ada lebih satu pintu Bledeg disajikan lebih dari empat tiang untuk mendukung masjid. Warga percaya bahwa tiang utama dan atap dibuat oleh para wali Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

Laporan dari berbagai sumber, ada juga kolam renang yang digunakan sebagai tempat Wudu. Di danau ini, ada batu yang berbeda, yang membuatnya unik, dan setelah itu menjadi tempat wudhu Wali Songo.

Masjid Demak dibangun dengan atap berbentuk atau tingkat tiga Meru biasanya terlihat pada bangunan candi. Meru itu sendiri melambangkan kehidupan manusia bahwa suatu hari pasti akan kembali di atas. Meru atap didukung oleh sebanyak 128 tiang, dengan empat pilar di aula utama didirikan oleh empat direktur.

Pembangunan gaya tersebut disebut Saka Majapahit dan tidak digunakan oleh masjid di luar Indonesia. Sementara empat pilar ia disebut pilar atau tiang guru, melambangkan empat pertama untuk mengintegrasikan ajaran guru Islam di Tanah Jawa, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga Sunan Ampel.

Unik, Sunan Kalijaga pilar buatan tidak berasal dari kayu utuh sebagai pilar ketiga dari Masjid Demak yang lain. Tapi terbuat dari potongan-potongan kayu diikat bersama-sama dan disambung bersama-sama.

Selain itu tak lupa juga dengan arsitektur di dalam asjid yang sangat indah, dan dengan adanya mimbar masjid ukiran membuat masjid agung demak ini terlihat menarik untuk di kunjungi.

Oh ya, di daerah juga ada museum Masjid Demak Masjid Demak yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Kerajaan Demak, karena sejak penciptaan oleh Raden Patah untuk kehancuran dekat. Setelah Anda melakukan ziarah ke makam-makam raja-raja wilayah Demak terletak di dekat Masjid Demak.

Masjid Demak di Desa buluh wangi, Demak, Jawa Tengah, di jantung Demak. Sementara Demak itu sendiri adalah sekitar 25 km dari kota Semarang. Anda dapat datang kepadanya dengan naik bus ke stasiun bus Terboyo Semarang dengan jarak sekitar 1 jam.

Anda juga dapat mengunjungi Demak dengan bus dari terminal Jepara dan jaraknya sekitar 35 km. Perbedaan Dikitlah jika Anda pergi ke manajemen Semarang Demak. Sesampainya di Terminal Demak Anda mencari hanya untuk transportasi umum atau kendaraan lain yang akan membawa Anda ke Masjid Demak.