Di dunia ini keberadaan sampah memang bisa dibilang sebuah keniscayaan. Mengapa? Karena sampah tentunya akan tetap ada dan akan terus ada selama manusia itu ada.

Aktifitas manusialah yang tentunya menyebabkan adanya sampah. Tapi, sebetulnya sampah bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan selama dibuang pada tempat sampah plastik besar secara teratur, secara rapih, dan dikelola dengan baik.

Yang membuat sampah menjadi berbahaya adalah, pengelolaannya yang tidak rapih dan juga sampah banyak dibuang di tempat – tempat yang bukan seharusnya.

Nah di bawah ini akan kita tuliskan, mana saja negara di dunia ini yang menjadi penghasil sampah paling banyak. Ini dia  :

  1. RRC ( China )

Negara ini adalah negara yang paling banyak menghasilkan sampah di dunia. Mungkin karena perindustriannya yang sangat maju membuat negara ini banyak menghasilkan sampah.

Tidak hanya itu, mereka juga mengimpor sampah dari negara lain, sehingga volume sampah di China ini makin terus bertambah. Namun sejak 2018 lalu mereka sudah membuat kebijakan baru bahwa mereka tidak menerima lagi sampah dari liar negeri lagi untuk mereka kelola.

Hal ini menjadi langkah awal mereka untuk mengurangi peredaran sampah di negaranya.

  • Republik Indonesia

Sempat tersebar video yang menggegerkan jagat dunia maya tentang seorang penyelam yang menyelam di perairan Indonesia namun mendapati banyaknya sampah di dalam laut tersebut. Hal ini tentu menarik banyak perhatian warganet.

Miris memang, karena sampah di negara kita ternyata tidak hanya ada di daratan saja, tapi di lautan pun sangat banyak. Selain itu makin parahnya adalah negara kita belum mampu mengelola sampah – sampahnya dengan benar.

  • Inggris raya

Setelah banyaknya penelitian yang mengatakan bahwa dunia akan dibanjiri sampah plastik, negara ini langsung merespon hal tersebut.

Mengingat bahwa Inggris adalah negara banyak menghasilkan negara plastik, maka mereka langsung mengimpor sampah – sampah nye ke negara China.

Namun sejak China tidak menerima lagi impor sampah dari negara lain, kini Inggris harus mencari opsi lain negara selain China yang bisa menerima impor sampahnya.

Maka dari itu, buanglah kebiasaan buruk tidak peduli lingkungan. Mulai tertiblah membuang sampah pada tempatnya. Dan kurangilah penggunaan plastik.