Semenjak penyebaran virus Corona belum bisa dikendalikan dengan baik, pemerintah secara massif menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker kain di tengah langkahnya masker bedah atau masker N95. Ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh ketika Anda menggunakan masker yang terbuat dari kain pada saat keluar dari rumah. Selain karena bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang, masker kain memiliki dua keuntungan lainnya yaitu memiliki efektivitas penangkalan yang baik dan kemampuannya dalam mencegah penularan juga sama efektifnya dengan masker bedah.

Sebuah penelitian yang dilakukan di universitas Cambridge pada tahun 2013 lalu mengemukakan kalau bahan kain maskes non-medis memiliki efektivitas mencegah penularan terhadap virus, seperti contohnya virus Corona yang ukurannya berkisar 0,12 sampai 0,18 mikron. Terlebih lagi dalam sebuah penelitian partikel yang besarnya 0,02 mikron, masker bedah diketahui memiliki kemampuan untuk memfilterisasi sebesar 97% sedangkan untuk masker yang terbuat dari kain sejenis lap diketahui bisa memfilter partikel dengan tingkat efektivitas sebesar 83% ketika hanya digunakan satu lapis. Sedangkan jika dua lapis, tingkat efektivitasnya mencapai 93%.

Sementara jika masker tersebut terbuat dari bahan kain katun dan dibuat satu lapis saja, maka tingkat efektivitas pencegahannya sebesar 69%. Tetapi jika dibuat dua lapis, tingkat efektivitasnya akan meningkat sampai 71%. Tetapi kembali lagi kepada masyarakatnya. Apakah masyarakatnya menerapkan pola hidup bersih atau tidak. Jadi, meskipun menggunakan masker yang terbuat dari bahan yang bagus sekalipun, namun tidak menjaga kebersihan dengan baik, maka peluang untuk tidak tertular dari virus Corona tetap akan sangat besar. Untuk itu, seperti yang telah dianjurkan oleh pemerintah, selain menggunakan masker ketika bepergian, maka jangan lupa untuk rajin mencuci tangan agar terhindar dari bahaya virus Corona yang super mematikan.