Kematian adalah proses yang pasti datang pada tiap makhluk hidup serta tidak dapat dihindari. Termasuk juga pada manusia. Semua manusia yang memiliki nyawa pasti akan mati.

Takdirlah yang menentukan bagaimana proses dan waktu kematian seseorang. Kapan dan bagaimana adalah rahasia dari Tuhan. Jasad yang sudah ditinggalkan oleh roh, harus tetap dihormati serta diurus sesuai tradisi adat dan agama masing-masing.

Mengurus jenazah secara benar termasuk dalam penghormatan terakhir, sehingga harus dilakukan secara cermat. Banyak tradisi mengurus jenazah sesuai agama dan budaya yang ada di Indonesia.

Ritual mengurus jenazah ini bisa sangat merepotkan karena banyaknya persiapan, terutama yang membutuhkan tradisi khusus seperti dalam masyarakat Tionghoa.

Alasan Didirikanya

Peluang inilah yang akhirnya dilirik para pengusaha dalam mendirikan rumah duka, salah satunya adalah Rumah Duka Bandengan.

Tujuan utamanya tentu mulia, yaitu membantu keluarga yang ditinggalkan agar bisa mengurus jenazah dengan mudah dan tetap dapat beristirahat dengan nyaman di rumah.

Bisnis ini mungkin terdengar agak menakutkan, namun sebenarnya rumah duka memiliki peluang keuntungan yang besar.

Di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya saja saat ini sudah terdapat lebih dari lima belas rumah duka, termasuk Rumah Duka Bandengan yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara.

Fasilitas

Fasilitas yang disediakan pun sangat beragam. Beberapa di antaranya juga turut menyediakan jasa krematorium sebagai tempat kremasi atau pembakaran jenazah.

Penampilannya tampak modern dan perlengkapan yang digunakan juga terbilang canggih, sehingga tidak ada kesan seram dari bisnis ini. Biaya rumah duka memang tidak murah, namun bisnis ini akan sangat membantu pihak keluarga yang ditinggalkan agar lebih praktis dalam mengurus jenazah.

Bisnis ini juga terbilang tak pernah sepi dari order. Alasan menggunakan jasa rumah duka juga beragam. Bisnis ini mungkin masih terdengar asing untuk kita yang beragama Islam.

Dalam tradisi Muslim, jenazah seseorang akan diurus bersama oleh tetangga sekitar dan pengurus masjid.

Keseluruhan prosesi mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkan dapat selesai dalam waktu setengah hari saja. Akan tetapi, berbeda lagi halnya dengan orang-orang Tionghoa yang beragama Kong Hu Cu atau Buddha.

Kesulitan Mengurus Kedukaan

Ritual yang harus dijalani lebih panjang dan rumit, sehingga rumah duka dapat menjadi pilihan yang tepat dalam hal pengurusan jenazah. Untuk umat Kristiani juga walaupun prosesnya lebih sederhana namun seringkali masih menggunakan jasa rumah duka ini dalam mengurus pemakaman.

Mengurus jenazah seorang diri, terutama untuk etnis Tionghoa, hampir mustahil untuk dilakukan. Ini mengingat banyaknya ritual yang harus dijalani. Mulai dari membeli peti mati, memandikan dan merias jenazah, hingga memasukkannya ke dalam peti dan menunggui selama beberapa hari sebelum dimakamkan di San diego hills.

Proses ini dapat menjadi lebih rumit apabila jenazah dikremasi. Inilah mengapa jasa Rumah Duka Bandengan lebih banyak dipilih daripada harus mengurus jenazah seorang diri.

Walaupun jenazah ditaruh di rumah, namun serangkaian prosesnya akan dilakukan di rumah duka. Semua keperluan dalam mengurus jenazah akan disediakan pihak dari rumah duka.

Keluarga yang ditinggalkan hanya perlu menghubungi pihak rumah duka, maka petugas dari rumah duka yang akan mengurus jenazah hingga selesai dan pihak keluarga tinggal membayarnya.

Proses menunggui jenazah sendiri bukan termasuk proses yang mudah karena bisa memakan waktu selama beberapa hari.

Tidak jarang ada anggota keluarga yang jatuh sakit karena menunggui jenazah. Oleh karena itulah digunakan jasa rumah duka secara khusus.